Widyaiswara BkkbN 2012
13 Desember 2010 7 Komentar
Selamat datang para adik-adik dan anak-anakku para widyaiswara muda yang telah dengan sadar dan atas kemauan sendiri bergabung menjadi widyaiswara dilingkungan BkkbN di Jakarta maupun di provinsi. Sungguh suatu langkah besar dalam menata kembali Sumber daya Manusia khususnya tenaga pelatih yang semakin kurang diminati . Kenapa ……. berdasarkan kajian pengalaman selama ini sistem pemerintahan kita tidak bisa lepas dan bebas dari sistem kerajaan bahwa selalu terjadi strata kekuasaan dan ada hubungan yang tidak seimbang antara yang berkuasa dengan yang di kuasai termasuk dalam sistem Birokrasi kita,. Gelombang sistem yang besar ini tidak akan ada yang sanggup membenahi jika komitmen pemimpin negara dan pengambil keputusan di republik ini tidak memiliki kekuatan kekuatan super bahkan harus seperti supermen dan dilandasi komitmen yang tinggi terhadap pembangunan manusia seutuhnya dilandasi nurani iman dan taqwa yang kuat . Pertama-> Tanpa itu mustahil bargening position jabatan fungsional dengan struktural akan setara. Prinsip mari kita terima posisi ini dengan arif ikhlas dan semangat dan jangan sekali-kali terucap nada protes, kecewa merasa dianak tirikan merasa di nomor duakan merasa diabaikan dan seterusnya. memang kita sudah berada pada jalur tanpa kewenangan struktural . Ini tantangan berat bagi setiap diri widyaiswara bukan hanya di bkkbn tapi juga di seluruh instansi di republik ini secara komprehensif sistem memang demikian . Kedua —> Untuk menjangkau pengembangan potensi diri widyaiswara dalam hal penguasaan kebijakan analisis kebijakan disetiap instansi dimana widyaiswara berada minimal berada sejajar atau bahkan diatas pejabat struktural bahkan struktural yang tertinggi di intansi , ini sangat mungkin akan tetapi memerlukan modal ulet karena proses yang panjang, basic kecerdasan prima , basic cerdik, basic kerja cepat , basic strategik konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap program. Saya yaqin bisa dan pasti mendapatkan posisi tawar dalam setiap langkah penetapan kebijakan instansi dan kepada seluruh generasi penerus mari tempuh jalan ini, disinilah baru “widyaiswara memiliki wibawa program”. dan bukan widyaiswara penghamba koin ” Ketiga .–> pekerjaan rutin kita memang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan teknis kependudukan dan KB yang mana ini ada aturannya bahwa program KKB adalah metrupakan implementasi Undang-undang 52 tahun 2009 dan Presiden perintah kepada Kepala BKKBN melalui Peraturan Presiden nomor 62 tahun 2010 , akan tetapi dalam kenyataannya hampir seluruh widyaiswara lepas kontrol bahkan tidak menggunakan perpres ini sebagai filter dalam menyusun perencanaan program pelatihan apapun jenis pelatihannya tetap ditelan saja walaupun itu tidak konek dengan perpres 62 atau bahkan bertentangan . ini ironis sekali sangat sulit merubah pola pikir dari Kepres 103 th 2001 ke perpres 62 tahun 2010. jika keadaan terus begini saya yaqin seyaqin-yaqinnya. posisi widyaiswara akan semakin terpuruk akan semakin berada dibelakang akan semakin ditinggalkan oleh gerbong-gerbong kereta yang telah berangkat. Kereta tidak mungkin menunggu widyaiswara ngerti , tidak akan terjadi tetapi widyaiswara harus lincah dalam berfikir untuk segera ikut meloncat ke pintu kereta .Pada kenyataannya memang kondisi widyaiswara banyak yang tidak mampu berkembang bahkan potensinya kembang kempis ibarat padi tumbuh dibawah pohon bambu jadi gak pernah kebagian sinar matahari ,bahkan saat ini gaungnya semakin miring semakin tidak mendapatkan tempat dalam gerak dan dinamika program .Bagi adik-adik /anak-anak ku mari jangan segan-segan bertanya jangan segan membaca biar kita semua tidak ketinggalan kereta. Keempat ; jumlah widyaiswara di BkkbN semakin menurun dan amat sangat mengkhawatirkan akibat penerapan Permenpan 14 dan Perkalan no 3 2010 terutama dalam pernik-pernik pemenuhan angka kredit yang semakin tidak rasional , ketat dan semua harus mengacu ke Diklat PIM, sangat menyulitkan widyaiswara yang berada di diklat teknis dan berkali-kali merengek menjerit ke unit kerja pembina Wi di bkkbn tapi semua hanya berhenti di ( talk only not action ) . akan tetapi masih ada juga yang bisa melakukan pensdekatan dan berhasil …… ini yuang tidak mengenakkan . Padahal yang lewat jalan biasa tuidak lewat jalan TOL sudah berapa puluh widyaiswara yang setiap semester berguguran karena tidak mampu memenuhi angka kredit padahal diantara mereka banyak teman-temanku yang potensial dan memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan pelatihan . Sangat dramatis dari jumlah lebih dari 350 sekarang tidak mencapai 150 orang dan tidak ada yang peduli semua seperti menyelamatkan diri masing-masing, semua seperti menyelamatkan DIPAnya masing-masing bahkan tidak peduli pada kualitas tidak peduli dengan visi misi, semua SPJ semua output tidak sanggup menyentuh out come apalagi dampak . Jumlah widyaiswara yang terbataspun dijadikan peluang oleh komponen lain untuk melemahkan posisi lembaga Diklat. ok nanti disambung
Daripada diklat terus, kita mendirikan aja STKKB (Sekolah Tinggi Kependudukan dan Keluarga Berencana)NASIONAL INDONESIA, gimana Pak Wid-Ut?
ide yang bagus
Kapan penerimaan Widyaiswara BKKBN?
Penerimaan widyaiswara yang dari CPNS waktunya bersamaan dengan rekruitmen CPNS reguler untuk formasi widyaiswara. Sedangkan untuk yang telah menjadi PNS dibuka kapan saja asalkan lulus tes .
Pak Wit-Ut, saya PNS-KB sdh gol IV/a, S.2 (M.Si), kapan sebenarnya test Wi dan dimana tempatnya, apa mesti ada recomendasi dari atasan? Apa syaratnya, apa ke BKKBN Prop ato pusat, trims.
mau nanya dong..website resminya bkkbn pusat itu apa
Bkkbn.go.I’d