Stres banyak melanda teman-teman widyaiswara , ketidak berdayaan mengaktualisasi diri menyebabkan benih-benih agresif bahkan cenderung kurang simpatik dalam merespons dinamika informasi yang terus bergulir, atau pernyataannya secara tidak langsung dan tanpa sengaja melukai dan tidak menghargai orang lain . Kenapa perasaan kita harus tertekan jadi widyaiswara berarti kita sudah siap terpinggirkan siap terisolir siap menerima apapun ujudnya , jangan frustasi jangan putus asa . Sesungguhnya setiap insan telah dibekali hati, perasaan pikiran akal, dibatasai dengan budaya sopan santun dilandasi dengan agama tapi banyak juga semua modal ini tidak terkoneksi dengan baik tidak dapat diberdayakan dengan baik tidak dapat dikelola dengan baik bahkan cenderung disia-siakan . Ingin eksis sebagai widyaiswara berarti kita harus mampu mengelola tekanan stres atau anda ingin menjadi widyaiswara yang berkategori profesional > berprestasi > cerdas > integritas tinggi dan komunikatif dengan dinamika program, teknologi bahkan alam semesta. Mungkinkah > sangat mungkin kalo kita mau berapa nilai widyaiswara dimata orang lain ? semua ini sangat tergantung kita. Semakin kita tidak berdaya akan semakin terpinggirkan . Secara administratif kepegawaian memang nilainya lebih tinggi dan lebih mudah naik jika di posisi kewenangan struktural sedangkan menjadi widyaiswara itu kewenangannya fungsional , apakah antara dua sisi ini bisa berjalan sejajar atau berat sebe lah biasanya sangat tergantung orangnya, situasinya, kondisinya dan tidak bersifat langgeng walaupun koridor seperangkat aturan tata laksana sudah sangat banyak. ? tetep kembali kepada orangnya. Ancaman stres khususnya bagi widyaiswara tanda-tandanya sering nampak seperti konflik diri ketidak berdayaan mengelola waktu > out putnya apa . Mengirim angka kredit tertunda-tunda pada akhirnya tidak mengirim dan seterusnya dan seterusnya sampai pada akhirnya pencapaian angka kredit tidak terpenuhi dan mengalami kejadian di non aktifkan sebagai widyaiswara. Pada dasarnya stres itu situasi diri yang selalu direspon otak mengalir ke emosi merangsang munculnya situasi yang nggak nyaman nggak tenang resah disini nggak pas disitu nggak pas wah tambah runyam .
Ini tantangan mari kita lawan mari kita cari solusi mari kita sosong 2011 dengan penuh optimisme mari kita susun angka kredit ayo kirim angka kredit jangan macet ayo jadi widyaiswara utama mari kita jadi widyaiswara sambil momong cucu . ok selamat
TERIMA KASIH